Jogo Tonggo Sebagai Penghalau Pandemi COVID 19

Enam bulan sudah, Corona Virus Desease atau yang lebih dikenal dengan sebutan Covid-19, memporak porandakan tatanan kehidupan masyarakat Indonesia dan dunia. Penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan sosial kemasyarakatan dari tingkat pusat sampai ke daerah, dan tatanan pemerintahan di level terbawah (desa) berubah total karena terdampak Covid-19. Tak terkecuali desa-desa di Kecamatan Bancak,

Kecamatan Bancak merupakan wilayah paling pinggir di Kabupaten Semarang. Memiliki luas +4,581 Ha, dan berpenduduk +23.741 jiwa pada akhir Tahun 2019, terdiri dari 9 (sembilan) wilayah desa, saat ini dipimpin oleh Camat Febru Suryanto, S.Sos.M.Si.

Sejak Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi di Indonesia, Pemerintah Kecamatan Bancak langsung membentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Tingkat Kecamatan sampai ke desa sebagai tindak  lanjut Surat Edaran Bupati Semarang, dengan agenda menyusun program kerja pencegahan dan penanganan Covid-19 serta mengantisipasi dampaknya terhadap perekonomian dan kehidupan masyarakat secara terprogram, sistematis dan terstruktur.

Salah satu kepala desa (H. Sjaichul Hadi, S.Pt./Kades Boto) memberikan keterangan kepada Tim Monev Dispermasdes Kabupaten Semarang tentang Pencegahan Penularan Covid-19 di desanya. Sejak awal pandemi di Indonesia, yaitu bulan Maret 2020, Pemerintah Desa langsung mengambil langkah strategis untuk mencegah penularan corona, sebagai tindak lanjut perintah dari Gugus Tugas Kabupaten Semarang dan Kecamatan, dengan membentuk Satgas/Relawan Covid-19 di tingkat desa. Selanjutnya melakukan musyawarah desa membahas perubahan APBDes Tahun 2020, fokus kegiatan pencegahan dan penanganan Covid-19.

Satgas bertugas mengadakan sosialisasi dan edukasi kepada warga, melakukan penyemprotan desinfektan di semua fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah, pasar tradisional dan tempat layanan publik lainnya, membagikan masker, handsanitizer dan ember/tempat cuci tangan kepada seluruh warga. Semua kegiatan tersebut dibiayai dari APBDes TA 2020 ditambah swadaya gotong royong masyarakat setempat. Dan tidak hanya Desa Boto, 8 desa lainnya di Kecamatan Bancak juga melakukan gerakan dan kebijakan yang sama dalam pencegahan dan penanganan Covid-19. Khusus Desa Bancak, Satgas Jogo Tonggo juga melakukan operasi pemakaian masker seminggu 2 kali pada semua orang yang datang dan lewat di ruang publik.

Sejak dikeluarkannya Instruksi Gubernur Jawa Tengah Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pemberdayaan Masyarakat dalam Percepatan Penanganan Covid-19 di Tingkat Rukun Warga (RW) melalui Pembentukan Satgas Jogo Tonggo, dan Surat Edaran Bupati Semarang Nomor : 360/12390 Tanggal 28 April 2020 tentang Pemberdayaan Masyarakat dalam Percepatan Penanganan Covid-19 melalui Pembentukan Satgas Jogo Tonggo di Kab. Semarang, 9 Desa di Wilayah Kecamatan Bancak merespon cepat dengan membentuk Satgas Jogo Tonggo di semua RW dengan kegiatan 4 bidang, yaitu kesehatan, ekonomi, keamanan dan hiburan.

Jogo Tonggo adalah sebuah gerakan saling menjaga antar tetangga, agar dapat meminimalisir dampak dari Covid-19. Istilah Jogo Tonggo diambil dari bahasa Jawa, yaitu ‘jogo’ artinya menjaga, sedangkan ‘tonggo’ artinya tetangga. Dalam praktiknya, Jogo Tonggo mencakup dua hal utama, yakni menjadi jaring pengaman sosial dan keamanan serta jaring pengaman ekonomi (Akun Twitter Humas Jateng pada Sabtu (25-4-2020).

Satgas Jogo Tonggo terus membangun kesadaran warga tentang pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan, menjaga kondusifitas dan mencegah konflik antar warga, memastikan ketersediaan pangan, serta saling membantu antar warga yang secara ekonomi terdampak Covid-19, mengaktifkan posko keamanan yang tidak hanya berfungsi sebagai gardu siskamling melainkan juga tempat koordinasi dan komunikasi dalam pencegahan dan penanganan Covid-19. Inti Jogo tonggo adalah gotong royong.

Satgas Jogo Tonggo di wi;ayah Kecamatan Bancak bersinergi dalam mendukung Pemerintah melakukan pencegahan penularan Covid-19, sehingga Kecamatan Bancak menjadi satu-satunya kecamatan di Kabupaten Semarang yang tetap zona resiko rendah dan hanya ada satu kasus positif corona sampai saat ini dan sudah tertangani dengan baik (sembuh).

Anda mungkin juga suka...

Artikel Populer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *